Rabu, 01 Desember 2010

Indonesia Bikin Bachdim Bangga


Jakarta(detik.com) - Debut kompetitif Irfan Bachdim bersama timnas Indonesia berakhir memuaskan dengan satu gol dia lesakkan ke gawang Malaysia. Tak ada hal lain dirasakan pesepakbola 22 tahun itu selain kebanggaan yang besar.

Seperti sempat diakui sendiri oleh Bachdim, membela tim nasional Indonesia adalah sebuah keinginan yang sudah lama dia pendam. Dengan ayah kandung yang berpaspor Indonesia, peluang dia berseragam Merah Putih memang terbuka besar.

Saat yang ditunggu-tunggu tersebut akhirnya datang pada awal November lalu, saat dirinya masuk dalam daftar 30 pemain yang dipanggil Badan Tim Nasional untuk menjalani seleksi tahap tiga timnas untuk Piala AFF.

Tak sulit buat pria kelahiran Amsterdam 11 Agustus 22 tahun lalu itu untuk akhirnya bisa masuk ke dalam daftar 23 nama yang terpilih pelatih Alfred Riedl.

Meski gagal mencetak gol dalam dua laga ujicoba, Bachdim ternyata tetap mampu mencuri perhatian sang pelatih. Buktinya adalah masuknya dia dalam starting eleven laga Indonesia vs Malaysia di pertandingan perdana Piala AFF. Jebolan sekolah sepakbola Ajax Amsterdam itu bahkan bisa menyingkirkan seniornya, Bambang Pamungkas.

Bachdim membayar kepercayaan yang diberikan pelatih sekaligus memenuhi ekspektasi penggemarnya dengan sebuah gol yang dia lesakkan, yang menggenapi kemenangan 5-1 Indonesia. Sebuah gol yang membuatnya bangga memakai Garuda di dada.

"Saya sangat senang. Saya bangga bermain buat kalian semua, saya bangga bermain buat Indonesia," sahut Bachdim pada detiksport usai pertandingan.

Kontribusi Bachdim dalam laga kontra Malaysia mungkin belum menunjukkan kemampuan maksimalnya, namun itu jelas bisa dimaklumi lantaran ini merupakan laga kompetitif pertama dia bersama Indonesia. Namun satu gol yang dia lesakkan ke gawang Malaysia bisa jadi modal buatnya untuk memberi lebih banyak untuk Merah Putih. ( arp / din )

Minggu, 14 Februari 2010

Minum Bir Perkuat Tulang


VIVAnews - Konsumsi alkohol tak selamanya buruk. Dengan takaran dan pilihan jenis yang tepat, alkohol bermanfaat untuk kesehatan tulang.

Studi yang dilakukan para peneliti Universitas California mengungkap bahwa bir mengandung nutrisi yang baik untuk kepadatan mineral tulang (bone mineral density/ BMD). Bir membantu mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 100 jenis bir yang dipasarkan di Amerika Serikat. Para peneliti menemukan kandungan silikon dalam bir yaitu mineral yang membantu pembentukan massa tulang. Silikon inilah yang bermanfaat memperkuat struktur tulang.

Dalam setiap gelas bir mengandung sekitar 6,4 sampai 56,5 mg/L silikon. Dan setiap dua gelas bir, sekitar 30 mg/L silikon. Asupan silikon yang baik dalam tubuh sekitar 20 sampai 50 mg/L. Sebab itu, tak dianjurkan mengonsumsi bir lebih dari dua gelas per hari.

Takaran yang tepat adalah satu atau dua gelas bir per hari. Konsumsi bir melebihi takaran yang dianjurkan, justru akan berdampak negatif bagi tubuh. Konsumsi alkohol berlebih memperbesar risiko hipertensi, kanker, dan gangguan organ hati.

"Jadi pilihlah jenis minuman alkohol favorit Anda, dan nikmatilah dengan takaran cukup. Jangan berlebihan agar Anda bisa mengambil manfaatnya," kata Davis, ketua tim peneliti dari Universitas California kepada LiveScience.

Mie Panjang Umur


VIVAnews - Siu Mie merupakan penganan khas yang hadir untuk menyemarakkan perayaan tahun baru China atau Imlek. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, menyantap Siu Mie adalah wajib sebagai simbol umur panjang.

“Sebelum makan Siu Mie, biasanya dibarengi doa dan harapan agar terkabul di sepanjang tahun berikutnya,” kata Indriana Gunawan ahli kuliner Tionghoa, seperti dikutip dari situs beritajakarta.com.

Indriana bercerita bahwa Siu Mie merupakan simbolisasi kelanggengan umur manusia. Cara menyantapnya pun sangat unik yaitu dimakan secara utuh tanpa digigit. "Di sinilah letak seninya, agar tidak putus biasanya Siu Mie dimakan dengan menggunakan sumpit."

Siu Mie biasanya menjadi sajian santap malam menjelang tahun baru China. Sebagai simbol kelanggengan, Siu Mie juga dikenal sebagai mie panjang umur karena konon siapa yang menyantapnya akan mendapatkan umur panjang, kebahagiaan serta limpahan rejeki.

”Siu Mie biasanya dimakan bersama-sama dengan keluarga ditemani arak sebagai minumannya. Tradisi turun-temurun ini selalu ditunggu, karena dilakukan hanya setahun sekali,” katanya

Siu Mie hanyalah satu dari sekian banyak penganan khas Imlek seperti kue keranjang, wajik ketan, manisan ang co, kue ku, kue mangkok, dan opor cap go meh. Masing-masing makanan tentu memiliki makna simbolik yang melambangkan kejayaan.

Cabut Gigi Harus Hati-hati!


KOMPAS.com — Benarkah cabut gigi itu berbahaya dan bisa berakibat fatal? "Prinsipnya, cabut gigi itu aman dan tidak berbahaya, kok," kata drg Benny Poliman, MKes, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Sebagai ilustrasi, setiap hari, di seluruh dunia, ribuan kali dilakukan pencabutan gigi, dan buktinya aman-aman saja. Kalaupun ada yang kemudian menjadi fatal, bisa jadi itu hanya kasus. Misalnya, ternyata pasien punya penyakit berat tertentu sebelumnya.

Gigi memiliki beberapa bagian, antara lain email sebagai bagian terluar, lalu di bawahnya ada dentin, dan bagian paling dalam adalah pulpa. Jika yang rusak email-nya, masih bisa ditambal. Begitu pula bila yang rusak bagian dentin, masih bisa dirawat.

Namun, jika yang rusak adalah bagian pulpa, maka harus dilakukan perawatan saraf. Pulpa adalah suatu rongga di bawah dentin, di mana di dalamnya terdapat berbagai elemen jaringan seperti pembuluh darah dan persarafan.

"Masih belum dicabut, tapi harus dilakukan perawatan saraf. Sebetulnya, meskipun tinggal akar dan dalam kondisi mati, gigi masih bisa dipertahankan. Cuma, biaya perawatannya memang mahal. Semuanya tergantung pasien. Dokter memberi informasi, pasien sendiri yang menentukan," lanjut Benny.

Dibereskan dulu

Gigi harus dicabut karena berbagai alasan. Pada beberapa kasus, jika gigi tidak dicabut, maka bisa terjadi focal infection. "Bakteri dari gigi busuk bisa terbawa peredaran darah ke mana-mana, ke organ tubuh vital seperti jantung atau ginjal dan organ-organ lainnya," kata Benny.

Namun, gigi juga tak boleh dicabut sembarangan. "Harus sesuai prosedur. Pasien harus ditanya terlebih dulu, apakah memiliki riwayat penyakit dalam seperti diabetes atau darah tinggi. Penyakit diabetes, misalnya, akan memengaruhi penyembuhan luka, selain ditakutkan bisa menyebabkan infeksi. Contoh lain, pada penderita hipertensi, yang bisa menyebabkan perdarahan," kata Benny.

Sering kali pasien tidak menyampaikan atau bahkan tidak tahu riwayat penyakit yang ia punya. "Ini yang kadang-kadang membuat dokter kecolongan dan bahkan berakibat fatal. Cabut gigi, kan, termasuk operasi juga. Jadi, sebaiknya standar prosedurnya dilakukan dengan benar," jelas dokter gigi yang juga praktik di RS Royal Trauma, Jakarta Barat, ini.

Pasien yang baru saja menjalani operasi besar seperti jantung, atau pasien yang tengah menjalani perawatan kanker, juga tak bisa sembarangan mencabut gigi. Jika pasien ternyata memiliki penyakit-penyakit "berat" seperti di atas, atau baru saja menjalani operasi besar (misalnya operasi by pass), maka pencabutan gigi harus dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam yang merawatnya, atau malah ditunda. "Biasanya, sih, sebelum operasi besar, seperti operasi by pass, dilakukan check up menyeluruh, termasuk gigi. Kalau tidak, bisa repot," kata Benny.

Prinsipnya, sebelum menjalani operasi yang besar, sebaiknya giginya dibenarkan terlebih dulu. "Pasalnya, setelah operasi, pasien harus beristirahat lama untuk perawatan pasca-operasi. Jika terjadi apa-apa dengan gigi pada masa perawatan ini, maka tidak bisa dilakukan perawatan gigi."

Atau pada pasien kanker yang harus menjalani perawatan dengan penyinaran. "Setelah penyinaran,­ maka selama 5 tahun tidak boleh dicabut giginya. Kalau ada gigi yang bolong atau jelek, sebaiknya dibereskan dulu sebelum penyinaran. Jika tidak, bisa terjadi osteoradionekrose. Pada pasien penyakit jantung yang diberi obat pengencer darah, jika ada gigi yang harus dicabut, maka 5 hari sebelum dan sesudah pencabutan, ia harus berhenti minum obat pengencer darah. Dan harus dikonsultasikan dengan dokter jantung," papar Benny lagi.

Pilihan terakhir

Pergi ke dokter gigi, bagi kebanyakan orang, memang masih merupakan "momok". "Kebanyakan orang jarang ke dokter gigi, kecuali giginya sudah sangat mengganggu dan sakitnya tidak hilang-hilang. Biasanya, mereka sudah mencoba minum obat painkiller (penghilang rasa sakit) lebih dulu. Kalau tidak sembuh juga, barulah dia ke dokter gigi," kata Benny.

Meminum obat-obatan painkiller memang boleh-boleh saja. "Sebetulnya enggak apa-apa. Obat-obat painkiller itu, kan, dijual bebas di apotek dan bukan hanya untuk sakit gigi saja. Tapi, minum obat-obatan painkiller tidak akan menyembuhkan sakit giginya. Mengurangi rasa sakit iya, tapi tidak menyembuhkan. Jika terjadi infeksi pada gigi, maka gigi harus dibersihkan kumannya, yang busuk dibuang, lalu diberi antibiotik, dan sebagainya."

Prinsipnya, gigi harus dipertahankan karena dengan berkurangnya gigi, fungsi pencernaan akan terganggu. "Pencabutan gigi sebetulnya merupakan pilihan terakhir," pungkas Benny.