Makassar (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan menerima kekalahanan Pilpres 2009, sebagai keinginan membangun demokrasi di Indonesia Selasa siang.
"Apa pun hasilnya kita harus terima. Kami ini ingin membangun demokrasi. Kita tunggulah hasil akhir keputusan MA dan KPU pusat," Wapres pada seminar nasional enterpreneurship (kewirausahaan) di Graha Pena di Makassar, sebagai rangkaian hari ulang tahun, Direktur Utama (Dirut) Fajar Utama Group, Alwi Hami yang ke-65 tahun.
Kalla mengatakan akan menunggu hasil perolehan suara dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2009 bulan Juli lalu, dari keputusan Mahkamah Agung (MA) dan menerima apa pun hasilnya agar pembangunan demokrasi di Indonesia dapat dijalankan.
"Agar pembelajaran demokrasi berjalan dengan sebaik-baiknya, " sambungnya.
JK juga mengatakan pelanggaran yang ditemukan timnya akan diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pelajaran. "Jadi nanti jangan ada kesalahan," katanya.
Seminar nasional yang bertajuk "Peran Media dalam Membangun Enterpreneurship" ini, juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, sejumlah pejabat dan petinggi Militer dan Polri Sulsel, para pemimpin media d Makassar, tamu undangan dari berbagai provinsi Indonesia serta mahasiswa.
Melalui seminar ini, Kalla juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) yang telah mempercayakan padanya. Walaupun hasilnya kalah warga Sulsel tetap mendukungnya.
Juga mengharapkan kepada masyarakat Sulsel untuk menerima hasil perolehan nanti. "Kami harap juga agar warga Sulsel berbesar hati menerima perolehan suara," katanya.






0 komentar:
Posting Komentar